Sejarah Perusahaan

Pelabuhan Boom Baru Palembang ini terletak di Sungai Musi dengan jarak ±108 Km dari muara Sungai kea rah hulu. Pelabuhan yang termasuk sebagai Wilayah Administratif Kotamadya Palembang Provinsi Sumatera selatan dengan letak geografis 02”-58”- 48” LS dan 104”-46”-36” BT. Cikal bakal Pelabuhan Palembang yang sekarang ini sudah dikenal sejak abad ke-7 sampai abad ke-10 Masehi yaitu pada zaman keemasan Kerajaan Sriwijaya yang merupakan pusat perdagangan antar bangsa dan pusat kebudayaan agama Budha. Pelabuhan, pada tahun 683M tidak terletak ditempat yang sekarang tetapi agak ke Hulu ditepi sungai Tangga Buntung (Situs Kerajaan Sriwijaya). Periode selanjutnya berabad-abad kemudian yaitu pada tahun 1821 Pelabuhan pindah ke Boom Jati di depan Benteng (Rumah Sakit AK. GANI sekarang). Pada tahun 1914 pindah lagi ke Hilir yang sekarang disebut Gudang Garam. Barulah pada tahun 1924 lokasi Pelabuhan dipindahkan ke Boom Baru sampai saat ini, yang pengukuhan wilayahnya ditetapkan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1924 dalam Staatblad Nomor 545 tahun 1924. Dalam sejarah perkembangannya terdapat beberapa instansi yang mengolah Pelabuhan yaitu :

1924-1942
oleh Pemerintah Belanda (Haven Meester)
1942-1945
oleh Pemerintah Jepang (Uhno Butai)
1945-1946
masa peralihan
1946-1948
oleh ALRI
1948-1952
oleh Haven Meester
1952-1958
oleh Syahbandar
1958-1963
oleh Jawatan Pelabuhan
1963-1964
oleh PN. Pelabuhan
1964-1968
oleh Penguasa Pelabuhan (Port Authority)
1969-1983
oleh Badan Pengusahaan Pelabuhan (BPP)
1983-1991
oleh Perum Pelabuhan II (Persero) (PP.15 Tahun 1983)
1991-sekarang
oleh PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) (PP.57/1991)

Aspek legal yang melandasi kegiatan PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) adalah :

  1. UU nomor 21 tahun 1992 tentang Pelayaran
  2. PP nomor 70 tahun 1996 tentang Kepelabuhan
  3. KEPMEN nomor 26 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut
  4. KEPMEN nomor 27 tentang penyelenggaraan Pelabuhan Khusus

Sejak didirikannya PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero) mempunyai 12 kantor cabang dan berkantor pusat di Jakarta serta mempunyai unit komersial di 10 provinsi. Kantor cabang Pelabuhan kelas satu dan telah memiliki standar prosedur pelayanan berdasarkan ISO 9002.

Sistem Informasi IPC Cabang Palembang